Sunday, December 28, 2008

Mengapa kita mengedip??

Kita mengedip untuk mengeluarkan air mata yang dihasilakan oleh kelenjar air mata. Air mata dapat melembabkan permukaan mata dan membantu membunuh bakteri.
Subtansi dari luar yang masuk kemata, misalnya debu dapat meningkatkan pengeluaran air mata. frekuensi mengedip pun akan meningkat sampai subtansi asing tersebut keluar dari mata. Kelebihan air mata akan mengalir kerongga hidung melalui saluran air mata.



(
sumber Buku Biologi Erlangga)

Kultur In Vitro

Kultur In Vitro memiliki arti pembudidayaan suatu tanaman didalam wadah - wadah gelas (botol) yang mengandung nutrein yang mencukupi. Teknik ini memiliki arti yang lebih luas dan umum dibandingkan teknik kultur jaringan sebab teknik kultur in vitro tidak hanya melibatkan jaringan tetapi juga sel atau organ tanaman yang di tumbuhkan dalam lingkungan yang aseptik, bebas mikroorganisme dan terkendali (pH, temperatur, pencahayaan dan nutrein).


Awal perkembangan dari kultur jaringan dimulai ketika ahli Botani George Morel yang berasal dari Perancis tanpa sengaja mendapatkan fenomena bahwa dari batang anggrek yang sangat pendek dapat tumbuh tanaman anggrek yang baru. Kultur in vitro sangat baik diterapkan untuk hal - hal berikut ini, antara lain :
  1. Tanaman - tanaman yang sulit mengalamiregenerasi,

  2. Tanaman - tamanan yang memiliki nilai ekonom yang tinggi, dan

  3. Mendapatkan bibit tanaman yang bersifat seragam secara banyak dan cepat



Secara sederhana, bagian - bagian tanaman yang ingin dibudidayakan harus di cuci bersih dan disucihamakan. Secara aseptik, bagian dari tanaman tersebut di pindahkan ke dalam suatu wadah (gelas) berisi agar bernutrisi dengan kondisi lingkungan yang terjaga. Nutrisi didalam media mencakup gula, garam - garam mineral, vitamin dan asam amino. Bila kondisi sesuai maka dari bagian tanaman tersebut akan muncul tunas - tunas bru yang kelak dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang utuh.

sumber : ganeca axact



Cendawan

Cendawan Bukan Sekedar Makanan Lezat



Pada musim hujan, masyarakat pedesaan yang tinggal dekat hutan maupun areal persawahan sering berburu cendawan. Cendawan yang tumbuh subur dipetik, dimasak dan dikonsumsi sebagai lauk yang menggugah selera dan menyehatkan.

Cendawan merupakan bahan makanan yang mengandung gizi tinggi. kandungan protein pada cendawan dapat mencapai 19-35%, dengan 9 jenis asam amino essensial. Cendawan juga mengandung vitamin (vitamin B1), riboflavin (B2), niasin dan biotin. Kandungan asam lemak tidak jenuh sangat tinggi serta mengandung mineral K, P, Ca, Na dan Mg. Cendawan juga kaya akan serat (7,4% - 27,6%) sehingga baik bagi pencernaan. Kalorinya yang rendah sangat baik untuk pelaku diet.

Orang yunani kuno, raja - raja mesir, serta kaisar Tiongkok gemar mengkonsumsi cendawan karena dipercaya akan memberikan kekuatan dan kesehatan sehingga meningkatkan vitalitas hidup. Konsumsi cendawan shiitake (Lentinus edodes) dipercaya menurunkan kolestrol dan kadar gula darah. Laporan lembaga penelitian Inggris, Belanda, Jerman, Swedia dan China menyebutkan bahwa maitake (Grifola frondolosa) dapat berpotensi "mengobati" kanker dan HIV. Serbuk dari mannetake tau reishi (Ganoderma lucidum) digunakan sebagai campuran dalam racikan obat dan direkomendasikan oleh National Institute of Cancer USA untuk menghambat pertumbuhan virus HIV.

Namun, perlu diingat untuk tidak sembarangan mengonsumsi cendawan liar. Beberapa cendawan, terutama yang berwarna cerah menghasilakan racun yang dapat berakibat fatal. Cendawan yang populer karena racunnya ialah Amanita muscaria - muscaria yang berwarna merah cerah berbintik - bintik putih. Ada 6 dari 16 jenis Amanita yang beracun. Amanita virosa, A. verna dan A. phalloides yang merupakan kelompok cendawan yang sangat beracun dan disebut "malaikat pembunuh" (destroying angel). Beberapa cendawan lainnya yang beracun ialah Lepiota cristata (putih kecokelatan), Trichaloma pardinium (coklat), T. virgatum (merah bintik putih) dan clytocibe phillophilla (merah bata)

Cabang - cabang ilmu biologi

Biologi adalah ilmu (logos) yang mempelajari segala aspek yang berkaitan erat dengan makhluk hidup (bios) baik bentuk struktur luar (morfologi) dan struktur dalam (anatomi).

berikut adalah cabang - cabang dalam ilmu biologi :

No.__________ Cabang _____________ Ilmu Objek yang dikaji

1.___________ Botani _____________ Tumbuhan

2.___________ Zoologi_____________ Hewan

3.___________ Mikrobiologi________ Mikroorganisme

4.___________ Virologi____________ Virus

5.___________ Bakteriologi________ Bakteri

6.___________ Mikologi____________ Jamur

7.___________ Phycologi___________ Alga

8.___________ Ichtiology__________ Ikan

9.___________ Malakologi__________ Moluska

10.__________ Ornithologi_________ Burung

11.__________ Anatomi____________ Struktur tubuh bagian dalam

12.__________ Morfologi___________ Struktur tubuh bagian luar

13.__________ Ekologi_____________ Hubungan makhluk hidup dengan lingkungan

14.__________ Genetika___________ Mekanisme pewarisan sifat - sifat hereditas

15.__________ Sitologi____________ Sel

16.__________ Embriologi_________ Embrio

17.__________ Fisiologi___________ Fungsi kerja (faal) dari organ/ komponen sel

18.__________Taksonomi__________ Penggolongan taksa/klafikasi organisme

19.__________Teratologi__________ Cacat genetik

20.__________ Imunologi__________ Sistem kekebalan tubuh


Sumber : ganeca exact